Site Overlay

Psikologi Motivasi

Apa psikologi di balik motivasi? Postingan ini membahas penelitian tentang motivasi dan ulasan implikasinya. Kesimpulan yang dicapai bertentangan dengan apa yang kamu yakini.

Motivasi sangat dicari di masyarakat saat ini karena itu adalah tiket emas menuju kesuksesan. kamu mungkin berpikir bahwa pencapaian (sebagai hasil akhirnya) cukup motif, tetapi ini terbukti salah.

Cara Membangkitkan Motivasi

Kami menginginkan kesuksesan, tetapi kamu tidak dapat mempertahankan motivasi kamu. Itu akan memudar sebelum tujuan tercapai.

Sebagai contoh, seorang pelaku diet pada awalnya dimotivasi oleh penurunan berat badan, peningkatan kualitas tidur, dan peningkatan energi; ini semua adalah motivator yang kuat. Tapi itu tidak cukup. Mengapa? Motivasi itu kompleks.

Untuk mempelajari apa yang mendorong kita (dan mengapa kekuatan pendorong itu sering berumur pendek) baca poin-poin berikut ini, pertimbangkan tujuan kamu dan peran yang dimainkan motivasi.

1.Motivasi dapat bangkit dari dalam waktu (intrinsic) dan dipengaruhi leh factor luar (ekstrinsik)

Motivasi intrinsik dihargai secara internal. Contoh motivasi intrinsik akan mengejar studi arkeologi karena memiliki daya tarik atau daya tarik yang kuat.

Perilaku terlibat adalah hadiah. Penelitian membangun hubungan yang kuat antara minat dan motivasi intrinsik.

Atau, motivasi ekstrinsik mengacu pada motif yang dihargai secara eksternal, seperti menulis makalah untuk nilai atau berprestasi di tempat kerja untuk kenaikan gaji. Jika kamu mencari motivasi untuk mencapai tujuan, tetapi kurang semangat, tambahkan insentif dan jadilah kreatif. Pilih hadiah yang bermakna.

2.Presensi terkait dengan motivasi

Peneliti berspekulasi ada area spesifik di otak yang bertanggung jawab untuk motivasi.

Untuk dipertimbangkan, kurangnya motivasi dapat menunjukkan ketidakseimbangan kimia, terutama jika dipasangkan dengan perasaan sedih atau putus asa, kelelahan, atau pikiran untuk bunuh diri.

Jika kurangnya motivasi kamu melemahkan, kamu mungkin mengalami depresi. Mencari bantuan profesional.

3.Efesiensi diri dan kompetensi yang diberikan secara positif terkait dengan motivasi

Ada penelitian yang berkata bahwa jika kamu yakin mendapat sesuatu, kamu lebih mungkin untuk mencapainya daripada kamu meragukan diri sendiri. Ini

Misalnya evaluasi kepercayaan diri kamu, apakah kamu memang mampu atau tidak? pada skala 1-10, seberapa yakin kamu bisa mencapai tujuan kamu?

Untuk menumbuhkan self-efficacy, fokuslah pada pencapaian dan kesuksesan masa lalu kamu.

Buang semua pikiran negatif. Mencoba ini menang sulit tapi setidaknya dapat kamu mengelola tingkatan self-efficacy kamu dengan menetapkan dan mencapai satu atau dua tujuan.

4.Memiliki pengendalian diri untuk motivasi yang lebih baik.

Jika kamu percaya bahwa hidup “terjadi” pada kamu atau bahwa kamu tidak berdaya terhadap keadaan, kamu memiliki lokus kontrol eksternal. (Ini kadang-kadang dikenal sebagai ketidakberdayaan yang dipelajari.)

Sulit untuk mempertahankan motivasi dengan pkamungan ini. Kami tidak dapat mengendalikan semua variabel dalam hidup, tetapi kami dapat mengontrol pilihan dan reaksi kami.

Kita mengendalikan siapa dan apa yang kita izinkan berdampak negatif pada kita. Pengetahuan ini memberdayakan. Ini memungkinkan untuk motivasi dan dapat menumbuhkan rasa kemanjuran yang meningkat. 

Apapun keputusan yang kamu buat secara langsung akan berdampak pada kualitas hidup.

5.Nilai outcome terkait dengan motivasi

Semakin besar nilai yang dirasakan dari suatu hasil, maka semakin kuat motivasinya.  Contohnya jika kamu menyukai tempat yang bersih, tetapi rumah kamu kotor, maka kamu akan termotivasi untuk membersihkannya.

Selain itu misalnya penghematan uang yang ekstra, bertai kamu bisa meningkatkan nilai hasil dan kamu dapat meningkatkan tingkat motivasi. Terapkan prinsip-prinsip seperti ini untuk semua aspek kehidupan kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *